RJelajah Rokan
Budaya & Adat Melayu Rokan (Zapin, Makan Berdagang, Perahu Kolek)

Tradisi Makan Berdagang dan Tarian Zapin: Identitas Budaya Melayu di Rokan Hulu

Tradisi Makan Berdagang dan Tarian Zapin menjadi penanda identitas masyarakat Melayu di Rokan Hulu, Riau. Keduanya masih hidup di tengah perubahan zaman.

Tradisi Makan Berdagang dan Tarian Zapin: Identitas Budaya Melayu di Rokan Hulu

Ringkasan Cepat

  • Rokan adalah salah satu desa di kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Indonesia
  • Makan Berdagang merupakan tradisi makan bersama yang lazim diadakan pada acara kenduri, pernikahan, dan hari besar keagamaan di wilayah Rokan Hulu
  • Tarian Zapin merupakan seni tarian Melayu klasik yang berkembang di pesisir dan daratan Riau termasuk wilayah Rokan Hulu
  • Perahu Kolek menjadi ikon perairan Rokan Hulu yang kerap hadir dalam acara adat dan festival budaya daerah
  • Tradisi Makan Berdagang dan Zapin diwariskan secara turun-temurun melalui keluarga dan komunitas seni (sanggar) di desa-desa Rokan Hulu

Suara Lesung di Dusun Pinggir Rokan

Pagi itu, aroma nasi dan kuah rendang sudah menguar dari dapur rumah Pak Basri di Desa Rokan sejak subuh. Bukan sembarang masakan — hari itu keluarganya menggelar kenduri cukuran cucu mereka. Sebelum tamu datang, para perempuan kampung sudah sibuk menata daun pisang di meja panjang di halaman rumah. Inilah Makan Berdagang, tradisi makan bersama khas Melayu yang masih bertahan di Rokan Hulu.

Makan Berdagang bukan sekadar makan. Nama 'berdagang' merujuk pada cara hidangan dihidangkan: nasi dan lauk-pauk dibagikan atau didagangkan dalam porsi-porsi kecil kepada setiap tamu yang datang. Setiap orang mendapat jatah — nasi, lauk, sayur, dan sambal — yang dibungkus atau diambil bersama-sama. Praktik ini lazim ditemukan di berbagai desa di Rokan IV Koto saat ada kenduri, pernikahan, hingga acara khatam Al-Quran.

Di Desa Rokan dan sekitarnya, Makan Berdagang menjadi ruang sosial. Laki-laki dan perempuan duduk terpisah atau berkelompok sesuai adat. Makan bersama bukan soal menu mewah, tapi tentang siapa yang hadir dan bagaimana makanan itu dibagi rata. Tradisi ini sederhana, namun menjadi penanda kuat bahwa masyarakat Rokan Hulu masih menjaga ikatan kebersamaan melalui meja makan.

Zapin: Gerak yang Menyimpan Doa

Kalau Makan Berdagang hidup di ruang dapur dan meja makan, Tarian Zapin bergerak di ruang terbuka — halaman rumah, lapangan desa, hingga panggung-panggung acara kabupaten. Zapin bukan sekadar tarian hiburan. Di Riau, termasuk Rokan Hulu, Zapin pernah berfungsi sebagai media dakwah dan penyebaran nilai Islam melalui syair dan gerak.

Zapin Melayu klasik dimainkan berpasangan atau berkelompok. Penari mengikuti irama gambus, marwas, dan gendang. Gerakan kaki yang dinamis — injakan dan gesekan — menjadi ciri khas yang membedakannya dari tarian Melayu lain. Di beberapa desa di Rokan Hulu, Zapin masih diajarkan di sanggar-sanggar kecil, biasanya dipimpin seorang tua yang pernah belajar dari generasi sebelumnya.

Makamah Karya Budaya, salah satu sanggar seni di Rokan Hulu, rutin melatih anak-anak muda Zapin menjelang acara kabupaten. Pelatihan ini tidak menjanjikan karier gemilang, tapi setidaknya anak-anak tahu dari mana mereka berasal. Zapin di Rokan Hulu mungkin tidak sepopuler di Pulau Penyengat atau Siak, tapi ia tetap berdenyut — pelan, di antara sawah dan sungai.

Perahu Kolek dan Ritual Sungai

Rokan Hulu dilewati anak-anak sungai yang bermuara ke Sungai Rokan. Di perairan inilah Perahu Kolek — perahu kecil berukir khas Melayu — pernah menjadi alat transportasi utama dan simbol kebanggaan. Kini, Perahu Kolek lebih sering tampil dalam lomba dan festival budaya, misalnya saat peringatan hari jadi kabupaten atau acara pariwisata daerah.

Meski fungsinya bergeser dari alat transportasi ke simbol budaya, Perahu Kolek tetap memiliki tempat di hati masyarakat Rokan Hulu. Nelayan kecil di anak-anak sungai masih menggunakan perahu sederhana untuk mencari ikan. Bentuk dan cara membuat perahu warisan leluhur itu tidak jauh berbeda dari Kolek yang diperlombakan di kota.

Di Desa Rokan, ketiga elemen ini — Makan Berdagang, Zapin, dan Perahu Kolek — tidak berdiri sendiri. Mereka saling bertaut. Kenduri di tepi sungai kadang diiringi alunan gambus. Perahu Kolek yang melintas bisa jadi bagian dari prosesi pernikahan adat. Budaya Melayu di Rokan Hulu adalah jaringan, bukan katalog.

Cuplikan Video

Orang Juga Bertanya

Apa itu Makan Berdagang?

Makan Berdagang adalah tradisi makan bersama khas Melayu di mana nasi dan lauk-pauk dibagikan dalam porsi-porsi kecil kepada setiap tamu. Praktik ini lazim di Rokan Hulu saat kenduri, pernikahan, dan acara keagamaan.

Di mana letak Desa Rokan?

Desa Rokan berada di kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Indonesia.

Apakah Zapin masih diajarkan di Rokan Hulu?

Ya. Zapin masih diajarkan di beberapa sanggar seni di Rokan Hulu, biasanya oleh generasi tua kepada anak-anak muda, terutama menjelang acara kabupaten atau perayaan daerah.

Apa fungsi Perahu Kolek saat ini?

Perahu Kolek kini lebih sering tampil dalam festival budaya dan lomba dayung di Rokan Hulu, meskipun perahu sederhana serupa masih digunakan nelayan kecil di anak-anak sungai untuk mencari ikan.